Reviu Informasi Strategis Energi dan Mineral Harian, 12 Januari 2022

I. Sektor Minyak dan Gas Bumi

Penurunan harga minyak dan daya tarik investasi migas. Harga minyak yang mulai mengalami kenaikan dalam satu bulan terakhir dinilai dapat menghambat pemulihan ekonomi. Kenaikan harga minyak mendorong kenaikan biaya energi yang mendorong terjadinya inflasi.

Gangguan pasokan yang terjadi di Kazakhtan dan Libya menambah kekhawatiran yang berasal dari peningkatan kasus global Omikron. Harga minyak global naik 5% dalam satu pekan terakhir setelah proses di Kazakhtan mengganggu jalur kereta api dan memberikan tekanan pada produksi di ladang minyak utama. Setelah proses tersebut, perusahaan minyak terbesar Kazakhtan Tengizchevroil (TCO) secara bertahap meningkatkan produksi untuk mencapai tingkat normal hingga Senin kemarin (10/1).

Sementara pemeliharaan pipa di Libya mendorong penurunan produksi dari sebelumnya 1,3 juta barel per hari menjadi 729 ribu barel per hari. Kenaikan harga minyak juga didukung dari meningkatnya permintaan minyak global dan adanya penambahan pasokan yang lebih rendah dari perkiraaan yang ditentukan oleh OPEC+. Produksi OPEC pada bulan Desember naik 70 ribu barel per hari dari bulan sebelumnya, lebih rendah dibandingkan peningkatan produksi yang disepakati pada kesepakatan OPEC+ sebesar 253 ribu barel per hari.

Kenaikan harga minyak dan peningkatan penyebaran omnicron memberikan ketidakpastian pasar diaman pelaku pasar saat ini juga sendang menantikan pemulihan ekonomi paska pandemic. Selasa, harga minyak Brent turun 1,08 persen menjadi USD80,87 per barel. Sedangkan harga minyak mentah WTI turun 0,85 persen menjadi USD78,23 per barel.

Kondisi ini membuat para investor di sektor hulu migas masih belum terlalu agresif untuk  meningkatkan investasi terutama untuk investasi ke lapangan-lapngan baru ataupun kegiatan eksplorasi. Hal ini menjadi tantangan bagi Indonesia karena perusahaan migas cenderung semakin ketat menyeleksi protfolionya dan Indonesia cenderung kalah menarik dibandingkan dengan negara negara lain. Kecenderungannya saat ini kegiatan kegiatan di lapangan eksisting masih dapat ditingkatkan dengan peningkatkan pengeboran sumur pengembangan dan EOR. Pemerintah tentunya terus berupaya untuk menicptakan iklim investasi yang menarik dan kompetitif khususnya masalah pertanahan dan perizinan yang masih menjadi penyebab utama kegagalan operasi yang dialami para KKKS selama tahun 2021

II. Sektor EBTKE dan Ketengalistrikan

Cegah Kelangkaan Batu Bara dan LNG, Begini Strategi PLN. Kelangkaan pasokan batu bara dan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) yang terjadi beberapa waktu terakhir membuat PT PLN (Persero) mengatur strategi untuk mencegah adanya pemadaman listrik pelanggan.

Sebagai langkah korektif dan memperkuat sistem, PLN terus mengembangkan aplikasi pemantauan batu bara yang ada di PLN saat ini, yaitu batu bara online menjadi super sistem digital yang mampu memberikan peringatan dini terkait ketersediaan batu bara yang sudah mendekati level tertentu. Sistem tersebut juga bisa digunakan untuk memantau antrian loading batu bara hingga pemantauan data pemasok dalam mengirimkan batu bara sesuai komitmen kontraktualnya. Semua sistem administrasi juga akan dibuat digital yang terverifikasi dengan legal dan sah untuk digunakan.

PLN juga memastikan komitmen penugasan pemerintah dan pemenuhan DMO reguler akan dipenuhi oleh para mitra pemasok dengan memastikan setiap detil kebutuhan baik dari sisi kargo (volume batu bara) maupun dari sisi armada (vessel/tongkang) melalui pemantauan day per day. Tak hanya itu, PLN pun telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk jangka menengah panjang, seperti mengubah kontrak jangka pendek menjadi jangka panjang dengan klausul win-win dan continuous improvement pada sistem digitalisasi.

Terkait dengan pasokan LNG, PLN telah mendapatkan tambahan pasokan yang bisa digunakan untuk memaksimalkan pembangkit listrik berbahan bakar gas.

Disisi lain, kalangan perusahaan saat ini sudah mulai banyak beralih ke sumber energi listrik PLN dikarenakan dengan tingginya harga batubara yang berkepanjangan. Mereka mengaku tidak kuat untuk membayar lebih karena memberatkan biaya produksi. Kalangan industri berharap pemerintah memastikan stok PLN agar tidak terganggu sehingga kegiatan produksi tetap berjalan dan tidak memberatkan dari segi biaya produksi.

III. Sektor Geologi, Mineral, Batubara dan Umum

Industri smelter nikel dapat mendorong pertumbuhan ekonomi baru sebagai daya tarik investasi di Provinsi Kalimantan Timur. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim menyatakan dukungan dan siap mengawal terhadap kegiatan industri tersebut yang ditargetkan beroperasi tahun 2023. Hal yang cukup menarik investor adalah bahan baku tidak hanya dari Kaltim tapi bahan baku dari luar, bisa berproses di Kaltim. Hal ini sangat penting dengan nilai investasi yang cukup besar, sehingga diharapkan proyek bisa berjalan dengan baik.

Di sisi lain, dalam menunjang kegiatan industi smelter, pihak PLN Kaltimra siap memasok listrik melalui perjanjian jual beli tenaga listrik. Dalam Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL), PLN berkomitmen memasok listrik kepada industri smelter nikel yaitu PT Kalimantan Ferro Industry (KFI) dengan daya 800 MVA secara bertahap yang berlokasi di Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara (Kukar). Kemudian, PLN menggelontorkan investasi sebesar Rp 139 Miliar untuk melayani listrik smelter PT KFI dengan memulai proyek konstruksi penyaluran tenaga listrik secara bertahap mulai 100 Mega Volt Ampere (MVA) dalam waktu 12 bulan, dimana total daya tersambung adalah 800 MVA hingga tahun 2026. General Manager PLN UIW Kaltimra, mengatakan bahwa PLN siap memberikan layanan kelistrikan yang andal kepada PT KFI.

Kesiapan pasokan listrik adalah motor penggerak roda ekonomi, khususnya di Kalimantan Timur sebagai calon Ibu Kota Negara (IKN) baru, dimana kedepannya industri dan sentra ekonomi akan berkembang. Sementara itu, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) menyatakan Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki kekayaan bahan baku industri. Oleh karena itu, masuknya industri smelter nikel di Kukar yang diharapkan juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi warga setempat, membawa kemajuan bagi Kabupaten Kutai Kartanagara.