Reviu Informasi Strategis Energi dan Mineral Harian, 20 Januari 2022

I. Sektor Minyak dan Gas Bumi

Catatan satu tahun harga gas khusus di industri. Dalam sebuah studi yang dikeluarkan oleh Center of Economic and Law Studies kebijakan harga gas di sektor industri dilihat belum memberikan ketidakpastian yang tinggi bagi pelaku usaha migas baik BUMN maupun swasta dan mendorong perbaikan tata Kelola kebijakan gas yang lebih berkelanjutan.

Selain itu, untuk realisasi penyaluran pasokan gas industri di Jawa bagian timur relative belum berjalan dengan begitu baik, meskipun di satu sisi serapan gas di Jawa bagian timur naik dari 76,8% menjadi 81,08%. Seperti yang dialami oleh industri kaca diketahui jika volume pasokan gas kepada perusahaan kaca di Jawa Timur lebih rendah dari alokasi yang terdapat di Keputusan Menteri ESDM No. 134/2021. Untuk mengatasi kekurangan tersebut, perusahaan menyampaikan membeli gas dengan harga sekitar US$9 per MMBTU.

Hal yang sama juga dialami oleh pelaku industri keramik di Jawa bagian Timur, dimana pada dua minggu pertama Januari 2022 produsen keramik di Jawa Timur dikenai kuota maksimal penggunaan gas sebesar 50% lalu dua minggu salanjutnya dinaikan menjadi 75 %. Selama periode tersebut, industri yang melebih kuota pemakaian akan dikenakan pinalti. Hal ini diperkirakan terjadi karena mundurnya jadwal gas on stream dari pemasok baru.

Meskipun demikian, kondisi tersebut tidak dialami oleh pelaku industri yang terdapat di Jawa Barat karena diketahui mendapat pasokan dengan harga dan alokasi sesuai Kepmen ESDM No. 134/2021.

Sementara itu, secara total serapan gas industri dengan harga khusus tercatat sebesar 81,1% untuk tujuh industri. Industri sarung tangan dan karet mencatatkan serapan tertinggi yakni 93,49%, pupuk 86,69%, petrokimia 81,82%, kaca 69,7%, keramik 67,32 %, oleokimia 67,4%, dan baja 57,33%.

Dilihat dari tingkat utilisasi industri, disebutkan jika penetapan harga gas bumi khusus di sektor industri mampu meningkatkan utilitas industri menjadi 75% pada 2021 dan diproyeksi dapat menjcapai 85% pada 2022. Hal ini mendorong investasi baru untuk peningkatan kapasitas produksi. Untuk industrikeramik, total produksi keramik meningkat dari 586 juta m2 dari sebelumnya 551 juta m2 dengan penyerapan tenaga kerja baru mencapai 3000 orang.

Di luar harga gas murah, stabilitas pasokan gas untuk industri dinilai lebih penting. Perlu ada keberpihakan pemerintah pada industri-industri yang lahap penggunaan gas karena menjadi faktor krusial dalam proses produksi

II. Sektor EBTKE dan Ketenagalistrikan

Fix! PLN Bakal Bubarkan PLN Batubara, Begini Penjelasannya. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) resmi bakal melikuidasi anak usahanya PT PLN Batubara. Targetnya, proses likuidasi ini dapat rampung tahun ini.

Selain akan melikuidasi anak usahanya, PLN juga akan melakukan evaluasi menyeluruh rantai pasokan batu bara di dalam PLN agar rantai pasok dapat lebih efisien dan terintegrasi. Rantai pasok dengan terfragmentasi yang kompleks panjang dan berbelit-belit akan disederhanakan dimana titik-titik lemah diperkuat, dan apabila memang terkait suatu organisasi akan dirubah agar proses rantai pasok yang tadinya tidak handal dan penuh resiko menjadi handal, efektif dan efisien.

Transformasi yang akan dilakukan PLN saat ini bukan merupakan bagian dari liberalisasi sektor ketenagalistrikan namun arahnya di tengah tantangan energi, disturb teknologi, tantangan krisisi energi dan ada kesempatan di EBT, PLN harus berubah dari organisasi yang lambat dan kompleks menjadi organisasi lincah dan dinamis.

Menteri BUMN juga  menerangkan dalam proses transformasi PLN bakal dibentuk subholding pembangkit listrik. Dengan adanya subholding tersebut, peran PLN Batubara dapat dijalankan oleh subholding tersebut. PLN juga kini sudah membentuk pola pembayaran batu bara yang berbeda dengan sebelumnya. Saat ini, pembayaran pembelian batubara dapat dituntaskan dalam sepekan setelah pengiriman dilakukan, ketika sebelumnya harus menunggu sampai 4 bulan menanti seluruh proses distribusi rampung.

Selain itu, PLN sebagai holding utama bakal fokus ke bisnis transmisi dan pemasaran. PLN juga kemungkinan membentuk satu entitas subholding baru yang mengurusi bisnis non kelistrikan, seperti pemanfaatan jaringan kabel untuk kebutuhan fiber optik hingga Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)  untuk pengisian baterai kendaraan listrik.

III. Sektor Geologi, Mineral, Batubara dan Umum

Usulan pengusaha tambang batubara. Pelaku usaha sektor pertambangan batubara mengusulkan sejumlah poin untuk perbaikan pemenuhan batubara untuk kebutuhan domestik atau Domestic Market Obligation (DMO). Sejumlah usulan ini pun berangkat dari kondisi krisis pasokan yang terjadi di awal tahun ini serta periode-periode sebelumnya. Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) mengungkapkan, perlu ada perbaikan menyeluruh untuk pasokan DMO batubara. Perbaikan ini baik dari sisi penambang, PLN, regulator hingga industri penunjang batubara.

Disparitas harga batubara merupakan salah satu penyebab tak terpenuhinya pasokan batubara. Kendati demikian, banyak perusahaan yang sebenarnya telah memenuhi komitmen DMO. Selain itu, kendala pasokan juga umumnya terjadi saat harga batubara sedang tinggi dibarengi dengan kondisi cuaca buruk. Hal ini berdampak pada terganggunya jadwal pengiriman batubara. Apalagi, perusahaan batubara di saat bersamaan juga sudah memiliki kontrak batubara dengan buyer.

APBI menjelaskan, dari total produksi batubara pada 2021 yang mencapai 613 juta ton, sekitar 240 juta ton secara kualitas dapat digunakan untuk pembangkit listrik baik oleh PLN maupun IPP. Sayangnya, realisasi serapannya hanya mencapai 112 juta ton atau sekitar 47%.

Meski demikian, APBI berharap agar kebijakan terkait disparitas harga ini pun jangan sampai membebani PLN. Selain itu, perlu ada penguatan dari aspek pengawasan serta pertimbangan untuk mengkaji persentase DMO batubara agar disesuaikan dengan kebutuhan domestik secara tepat dan akurat. PLN pun juga diharapkan melakukan kontrak secara langsung dengan penambang. Selain itu, PLN diharapkan meningkatkan fleksibilitas dalam mengambil batubara diluar kualitas atau kalori yang dibutuhkan.