Reviu Informasi Strategis Energi dan Mineral Harian, 26 Januari 2022

I. Sektor Minyak dan Gas Bumi

Peningkatan kinerja kilang minyak China selama 2021. Throughput minyak mentah China naik 4,6% YoY menjadi 14,13 juta b/d pada 2021 meskipun kilang memangkas produksi minyak sebesar 2,1% pada Desember untuk mengimbangi tekanan inventaris produk.

Throughput yang lebih tinggi pada tahun 2021 dikaitkan dengan perluasan kapasitas penyulingan, dan karena kilang menghasilkan lebih banyak produk minyak untuk mengimbangi pengurangan impor bahan pencampur untuk bensin dan gasoil, kata para analis.

Sementara itu, konsumsi bahan baku di kilang independen China di provinsi Shandong timur turun sedikit 0,4% YoY menjadi 121,3 juta mt pada 2021. Namun, konsumsi bahan mentah mentah turun 4,6% menjadi 111,53 juta mt selama periode yang sama karena kuota impor minyak mentah yang lebih sedikit dialokasikan ke kilang independen Shandong pada tahun 2021. Untuk mengatasi kekurangan bahan baku, bahan bakar minyak dan campuran aspal diimpor dan dipecahkan sebagai bahan baku suplemen pada tahun 2021, dengan 8,5 juta mt dipecahkan oleh kilang independen Shandong pada tahun ini, melonjak dari volume kecil tahun sebelumnya.

Kilang Minyak & Kimia Zhejiang yang terintegrasi terus meningkatkan produksi minyak mentahnya menjadi sekitar 2,84 juta mt pada Desember, naik 7,2% dari 1,72 juta mt pada November, yang naik 54% dari Oktober, menurut data JLC. Kilang meningkatkan throughput setelah dialokasikan lebih banyak kuota pada akhir Oktober.

Kilang Petrokimia Hengli (Dalian) di provinsi Liaoning juga meningkatkan produksinya sebesar 3,6% bulan ke bulan menjadi 1,7 juta mt pada bulan Desember. Ini terjadi setelah selesainya pemeliharaan di unit sekundernya. Kilang Sinopec Hainan Petrochemical di Cina selatan diperkirakan akan mengekspor sekitar 50.000 mt produk minyak sulingan pada Januari 2022, turun 55% dari 110.000 mt yang direncanakan untuk ekspor pada Desember 2021. Kilang utama PetroChina, Dalian Petrochemical di timur laut provinsi Liaoning akan meningkatkan ekspor bensinnya menjadi 160.000 mt pada Januari, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut. Ini akan menjadi sekitar 357% lebih tinggi dari ekspor yang direncanakan pada bulan Desember. Dalian akan menggandakan ekspor bahan bakar jet menjadi 80.000 mt pada Januari, dari 40.000 mt bulan lalu. Dalian berencana untuk memproses sekitar 1,3 juta mt minyak mentah pada bulan Januari, yang berarti 75% dari kapasitas papan namanya, stabil pada bulan tersebut.

II. Sektor EBTKE dan Ketenagalistrikan

Kementerian ESDM Usulkan Kewajiban Konversi Motor Listrik di Lingkungan Pemerintah. Dalam rangka mengurangi penggunaan energi fosil untuk kendaraan, sekaligus sebagai usaha transisi energi menuju net zero emission, pemerintah terus menggenjot penggunaan kendaraan listrik, termasuk kendaraan roda dua. Salah satu program KESDM antara lain yaitu peningkatan penggunaan kendaraan listrik melalui konversi motor berbahan bakar fosil menjadi listrik. Pemerintah memiliki target enam juta kendaraan roda dua dapat dikonversi hingga lima tahun mendatang

Untuk mencapai target tersebut, Kementerian ESDM akan mengusulkan program konversi menjadi mandatori bagi kendaraan operasional kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, yang dianggarkan dalam APBN. Berdasarkan data awal, sepeda motor kendaraan operasional di kementerian dan lembaga, sebagian besar diperoleh dari periode 2000-2010 dan 2010-2019. Kendaraan yang dibidik untuk dikonversi adalah sepeda motor BBM kendaraan operasional layak jalan dengan nilai buku Rp 0. Untuk mempelopori program ini diharapkan K/L dapat menganggarkan sekitar Rp 9-10 Juta per unit untuk konversi.

Secara umum program ini juga selaras dengan Grand Strategi Energi Nasional (GSEN) yang menargetkan sebanyak 13 juta unit KBLBB roda dua akan tersedia pada tahun 2030. Sebagai informasi, pada 2021 sejumlah 100-unit sepeda motor listrik dinas operasional KESDM yang nilai bukunya Rp.0, telah dikonversi menjadi sepeda motor listrik di Workshop Ketenagalistrikan Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE). Workshop ini sudah disertifikasi sebagai Bengkel Pemasangan, Perawatan, dan Pemeriksaan Peralatan Instalasi Sistem Penggerak Motor Listrik pada Kendaraan Bermotor oleh Kementerian Perhubungan. P3TEKEBTKE telah menyelesaikan uji jalan 10.000 km untuk ketahanan (endurance test) dan pengujian ke Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor. Surat BPKB/STNK sepeda motor juga telah disesuaikan di Korps Lalu Lintas (Korlantas) POLRI.

Dari hasil uji kendaraan, pengguna sepeda motor konversi dapat menghemat pengeluaran biaya BBM Rp 2,78 juta per tahun. Selain itu, dengan target populasi kendaraan roda dua yang akan dikonversi sebanyak 13 juta unit, maka program ini berpotensi menghasilkan efisiensi penggunaan BBM Rp 36 triliun rupiah/tahun serta menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 7,5 juta ton CO2e per tahun. Diharapkan juga dengan kesuksesan program ini akan menggiatkan perekonomian nasional dengan melibatkan sektor UMKM dan industri lokal sehingga akan membuka pasar dan mempercepat laju ekonomi masyarakat.

III. Sektor Mineral, Batubara, Geologi dan Umum

Usulan untuk memperpanjang pemberlakuan harga khusus batu bara untuk industri semen dan pupuk yang berlaku sampai 31 Maret 2022 akan dipertimbangkan oleh KESDM. Kebijakan yang tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM No.206/2021 itu menetapkan harga khusus sebesar US$90 per metrik ton free on board untuk dua industri utama pengguna tersebut. Dirjen Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM mengatakan sebelum kebijakan itu berakhir pada akhir Maret mendatang, akan mengevaluasi realisasi dan kebutuhan industri sejak diterapkan pada 1 November 2021.

Sebelumnya, kebijakan itu tidak menambah kuota domestic market obligation (DMO) pengusaha batu bara yang saat ini sebesar 25%. Untuk memastikan kecukupan pasokan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri terutama bagi industri semen dan pupuk, Kementerian ESDM akan memantau kepatuhan DMO perusahaan-perusahaan secara bulanan. Jika kuota DMO telah terpenuhi, ekspor baru diperbolehkan. Selain itu, kewajiban itu dia sebut tidak membebani perusahaan batu bara karena harga US$90 per metrik ton masih di atas harga yang dibayar PLN sebesar US$70 metrik ton.

Berdasarkan data KESDM realisasi DMO secara nasional sepanjang tahun lalu mencapai 133 juta ton atau 97% dari target 137,5 juta ton. Dari total produksi batu bara nasional sepanjang 2021 sebesar 640 juta ton, 89% atau 435 juta ton diantaranya diserap pasar ekspor dengan nilai US$31,6 miliar. Adapun, dari DMO batu bara tersebut, yang terserap ke industri semen mencapai 4,45 juta ton. Tahun ini diperkirakan kebutuhan batu bara untuk industri semen akan mencapai 15,02 juta ton.