Reviu Informasi Strategis Energi dan Mineral Harian, 11 Juli 2022

I. Sektor Minyak dan Gas Bumi

Investasi Rusia di Indonesia. Saat ini, salah satu contoh investasi Rusia yang sedang berlangsung di Indonesia adalah pembangunan Kilang Grass Root Refinery (GRR) Tuban. Proyek ini dijalankan oleh PT Pertamina (Persero) dan Rosneft dengan nilai investasi sekitar US$ 15 miliar.

Kilang GRR Tuban ditargetkan dapat mengolah 300.000 barel minyak per hari dan menghasilkan 30 juta liter BBM per hari untuk jenis gasoline dan diesel. Kilang ini juga akan memproduksi 4 juta liter avtur per hari dan petrokimia sebesar 4,25 juta ton per hari.

Aliran dana investasi dari Rusia ke Indonesia datang melalui Singapura terlebih dahulu dikarenanakan keringanan pajak yang diperoleh daripada langsung menyalurkan ke Indonesia. Karena langkah ini pula, Singapura kerap tercatat sebagai negara dengan suntikan investasi tertinggi.

Investasi Rusia ke Indonesia lebih banyak masuk dalam industri infrastruktur dan pertambangan. Ia menyebutkan proyek Pertamina Rosneft merupakan salah satu yang terbesar untuk Indonesia.

Indonesia sebagai negara yang tidak berkonflik dan masih terus menjaga hubungan baik dengan Rusia, tentu punya peluang untuk memperoleh investasi dari Rusia. Potensi ini sangat bisa untuk dimanfaatkan guna menciptakan relasi ekonomi yang lebih dalam dengan Rusia. Walau demikian, Pemerintah Indonesia perlu terus objektif dalam menjalin kerja sama ekonomi ini dan harus menjaga agar tidak terseret dalam pusaran kepentingan geopolitik.

Dengan demikian, Indonesia tetap bisa menarik investasi dari Rusia secara maksimal semberi terus memaksimalkan ekonomi nasional dari menjaga diversifikasi rekan ekonomi di pasar global, termasuk dari negara-negara yang berkonflik dengan Rusia.

II. Sektor EBTKE dan Ketenagalistrikan

Menilik Skenario Resesi. Dalam beberapa bulan terakhir, panggung ekonomi politik global terfokus pada scenario resesi ekonomi glbal. Sejumlah lembaga global seperti Bank Dunia sudah merevisi turun pertumbuhan ekonomi glbal, disertai laju inflasi yang terus meninggi. Ditengah tingkat pengganguran yang juga tinggi.  Kondisi stagflasi itulah yang berujung pada resesi yang memunculkan guncangan besar dalam perekonomian global.

Bank Dunia menyebut resesi ekonomi global sudah di depan mata. Resesi merupakan kondisi saat pertumbuhan ekonomi pada suatu negara atau kawasan mengalami penurunan selama dua kuartal atau lebih secara berturut-turut. Bank Dunia bahkan terkesan pesimis banyak negara di dunia bisa menghindari ancaman resesi global. Tingginya tekanan inflasi dibanyak negara tak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.

Bank dunia sendiri, tercatat sudah dua kali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Dalam laporan Global Economic Prospect (GEP) yang dipublikasikan Juni lalu, bank Dunia menyebutkan  Januari lalu, proyeksi pertumbuhan dipangkas dari 5,7 persen pada 2021, menjadi 4,1 persen  tahun ini. Lalu, proyeksi tersebut, Juni lalu dipangkas lagi menjadi 2,9 persen. Lantaran itu, resiko stagflasi perlu mendapat perhatian serius dalam kurun 2021 sampai 2024, ketika pertumbuhan ekonomi global diprediksi lebih rendah di kisaran 2,7 persen.

Proyeksi atau prediksi apapun yang dimunculkan banya lembaga global, terkait scenario resesi ekonomi global, mengerucut pada munculnya tiga kondisi yang diyakini menjadi ancaman perekonomian dan harus dihadapi pemangku kebijakan ekonomi politik dunia: krisis energi, krisis pangan dan krisis jaringan pasokan global. Tanpa penanganan super serius, para pemangku kebijakan ekonomi dan politik dunia bukan tidak  mungkin menyaksikan ketiga krisis tersebut menjungkirbalikan kehidupan miliaran populasi dunia. Sebagian di Eropa terancam kedinginan lantaran pasokan energi untuk penghangat tersendat. Sebagian di Afrika dan belahan lain dunia terancam kesulitan pangan. Terganggunya jaringan pasokan menyulitkan banyak negara mendapat bahan baku dan sebagainya.

Krisis energi dan pangan menjadi semakin mencuat lantaran perang Rusia – Ukraina. Perang menyebabkan distribusi energi dari Rusia ke banyak negara Eropa tersendat. Situasinya menjadi semakin rumit ketika negara-negara Eropa dan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Rusia termasuk mendesak banyak perusahaan multinasional menarik operasional di Rusia. Sebaliknya Rusia membalas sanksi tersebut dengan mempersenjatai energi dengan menghentikan pasokan gas ke negara-negara Eropa. Negara-negara Eropa yang sejatinya akan menghentikan penggunaan energi fosil kembali menggunakan energi tersebut guna menghadang kenaikan harga energi. Krisis pangan juga menonjol lantaran jalur distribusi pangan tersendat. Tersendatnya pasokan energi dan bahan pangan menyebabkan  harga pangan dan energi dibanyak negara di dunia terutama Eropa dan AS melambung tinggi.

Melambungnya harga energi dan pangan akibat perang Rusia dan Ukraina menyebabkan pereknomian banyak negara kesulitan. Tundingan pun banyak di arahkan ke pada negara-negara Eropa yang menjatuhkan sanksi ke Rusia sekaligus juga mengecam  serangan Rusia ke Ukraina yang menyebabkan krisis ekonomi global. Satu hal yang pasti infalsi pun tidak terkendali.

Secara keseluruhan perekonomian global yang belum benar-benar bangkit dari hantaman pandemic virus corona, kini harus pula menghadapi resiko resesi akibat krisis energi, pangan dan terganggunya jaringan pasokan global. Seluruh actor perekonomian global, suka atau tidak, harus berhadapan langsung dengan ancaman resesi. Begitu seriusnya ancaman tersebut negara seperti India dan China sudah membatasi ekspor. Imbasnya, bagi perekonomian di level menegnha, harus pula menghadapi kemungkinan imbas kenaikan suku bunga.

Saat ini benyak bank-bank sentral mulai banyak beralih melaksanakan mandat tunggal untuk menurunkan inflasi. Karena menaikan suku bunga akan menjadi langkah utama lantaran banyak negara maju melihat resiko resesi mulai menjadi kenyataan.  Oleh karena itu pemimpin negara-negara perekonomian utama dunia mesih menghadapi ketidakpastian terkait upaya mengelola resiko inflasi sekaligus menyeimbangkan harga energi dan pangan global. Apalagi dalam upaya mengurangi teekanan pandemic sebelumnya sudah menguras anggaran dan utang. Uapata mengeliminasi imbas perang berpeluan menambah tekanan pada anggaran dan hutan. Sementara ancaman dan resiko stagflasi dan tingginya pengganguran terus membayangi. Mencari solusi atas scenario resesi itulah yang agaknya menjadi pekerjaan rumah sekaligus focus pertemuan pemimpin negara-negara G20.

III. Sektor Geologi, Mineral, Batubara dan Umum

Aplikasi teknologi nuklir. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) menjelaskan beragam aplikasi teknik nuklir saat ini sangat membantu dan bermanfaat dalam kehidupan manusia, termasuk teknologi deteksi radiasi dan analisis nuklir, yang aplikasinya juga bermanfaat atau dapat digunakan untuk industri dan pertambangan seperti pemanfaatan sumber beta untuk pengukuran gramatur kertas, ketebalan lapisan plastik, kemudian juga penggunaan sumber gamma untuk pengukuran ketebalan plat tipis dan plat baja.

Perekayasa Ahli Utama PRTDRAN, Rony Djokorayono, menjelaskan untuk prinsipnya, detektor dan sumber radioaktif berada di seberang sampel dan diarahkan ke sampel, kemudian dari hasil pengukuran ini akan terjadi pengurangan radiasi yang diukur, yaitu perbedaan nilai radiasi sebelum dan sesudah diberikan sinaran dari sumber, yang nantinya juga akan dikonversikan menjadi arus yang dapat memberikan informasi mengenai gramatur kertas, ketebalan plat, maupun ketebalan pelapisan.

 Berikut beberapa aplikasi teknologi nuklir lainnya di bidang industri, antara lain:

  1. Radioisotop yang digunakan dalam pengukuran ketebalan plat dan pelapisan plat adalah Amerisium-241 atau Cesium-137, sedangkan untuk pengukuran ketebalan kertas adalah Kripton-85 atau Promethium-147. Kerja sama yang sudah pernah dilakukan, yaitu dengan pabrik kertas PT Trimitra Mandiri Bandung, Indutri kertas di Kudus, serta PT Jindal Stainles Steel Gresik.
  2. Gamma Continous Level, yaitu metode pengukuran level bejana bertekanan dan bertemperatur tinggi dengan prinsip radiation level menyediakan persentase dari penurunan transmisi sesuai level. Panjang gelombang pendek dan energi yang tinggi dari radiasi gamma menembus dinding vessel dan media proses. Sebuah detektor di sisi yang lain dari vessel mengukur kekuatan bidang radiasi dan menyimpulkan level di dalam vessel. Metode ini telah diaplikasikan di PT Petrokimia.
  3. Gamma Switch level, serupa dengan Gamma continuous level, namun hanya mengukur titik tertentu saja dengan prinsip radiation level, menyediakan suatu fungsi switch on/off. Metode ini telah diaplikasikan di PLTU Paiton dan PT Espatindo Metal Surabaya. Selanjutnya
  4. Gamma Density Gauge, yaitu alat untuk mengukur kepadatan atau densitas, serta untuk menentukan persen solid material yang mengalir di dalam pipa proses tanpa kontak. Metode ini telah diaplikasikan di tambang emas Pongkor dan PT Petrokimia.
  5. Gamma Weight Scale, yaitu alat pengukur berat material yang dipindahkan menggunakan belt conveyor atau screw conveyor tanpa kontak dengan material yang diukur. Metode ini telah diaplikasikan di PLTU Suralaya.
  6. Online Analizer Unsur, adalah metode untuk mengukur konsentrasi unsur di dalam material batu bara pada belt conveyor, metode ini telah diaplikasikan pada PLTU Batubara.
  7. Gamma Geophysics Logging, adalah metode untuk menentukan ketebalan lapisan tambang atau kedalaman lapisan tambang, telah diaplikasikan pada PT Recsalog Kota Baru Padalarang Bandung.
  8. Gamma Scan untuk mendeteksi adanya crack (retakan) pada pipa industri.
  9. Gamma Column Scanning diaplikasikan untuk pipa dengan ukuran hingga 50 meter.
  10. Gamma Tomografi untuk memeriksa distribusi densitas material kerak didalam pipa. Serta pemeriksaan level sludge tangki untuk memeriksa profil level endapan untuk menghitung volume kerja pada saat cleaning tangki.
  11. Non Destructive Test memiliki keuntungan, yaitu dapat dilakukan tanpa menghentikan proses produksi, real-time, dan in-situ, dapat diperoleh lokalisasi kerusakan sehingga mempercepat penanganan, serta efektif dan efisiennya penyiapan tenaga kerja, kualitas dan kuantitas spare part.

Berbagai teknologi deteksi radiasi untuk aplikasi industri dan pertambangan merupakan bagian dari kontribusi iptek nuklir. Pengaplikasian teknologi deteksi radiasi nuklir bidang industri dan pertambangan ini dapat terus berkembang dan makin pesat, sehingga memberikan efek memajukan dunia industri nasional