Reviu Informasi Strategis Energi dan Mineral Harian, 12 Juli 2022

I. Sektor Minyak dan Gas Bumi

Peran Ukraina dalam perubahan strategi keamanan energi Eropa. Sejumlah perusahaan listrik di Prancis mempercepat rencana untuk mengubah boiler gas menjadi boiler hybrida yang dapat menggunakan gas atau minyak sebagai upaya untuk menghindari  terjadinya pemadaman listrik akibat pasokan gas yang semakin berkurang dari Rusia. Bahkan sejumlah perusahaan mempertimbangkan untuk beralih ke batubara.

Berkurangnya pasokan gas dari Rusia menyebabkan munculkan potensi ketidaksabilan energi di masyarakat. Untuk menjaga kestabilan pasokan energi dan perusahaan agar tetap beroperasi.

Untuk memantau penyaluran energi, Pemerintah Prancis melakukan pendataan untuk mengetahui perusahaan-perusahaan yang berpotensi mengalami pemutusan pasokan energi. Pemerintah Prancis juga berusaha mengurangi dampak lonjakan harga energi dengan membatasi harga gas dan listrik hingga akhir tahun. Hal ini dilakukan guna menjaga inflasi tetap rendah di antara negara-negara di Eropa.

Sementara di seluruh Eropa, industri telah beralih ke bahan bakar fosil yang lebih kotor dibandingkan gas guna mengatasi kekurangan pasokan dan menjaga keberlangsungan bisnis dari lonjakan harga energi. Hal tersebut dianggap lebih rasional dibandingkan rencana dan target EU untuk mencapai emisi nol bersih jangka panjang.

Eropa saat ini sedang mendesain ulang keamanan energi domestiknya mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang dalam pencapaian target emisi nol bersihnya. Ukraina diperkirakan akan memiliki peran utama dalam proses transisi ketahanan energi di Eropa dengan mempertimbangkan bahwa: Sektor energi di Ukraina termasuk yang stabil di tengah kondisi perang dengan terhubungnya jaringan listrik Ukraina dan Eropa. Lebih dari 55 persen listrik Ukraina dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga nuklir. Selain itu Ukraina mampu menghasilkan 9 GWT dari ladang angin dan surya serta memiliki potensi energi terbarukan  hingga  yang setara dengan 70 juta toe. Ukraina juga memiliki cadangan gas terbesar di Eropa yang didukung dengan fasilitas penyimpanan gas alam bawah tanah untuk membentuk cadangan gas strategis.  Ukraina berpotensi menjadi partner Eropa untuk menyiapkan pasokan listrik hijau yang diekspor ke Eropa .

Ukraina juga memiliki potensi untuk meningkatkan peorduksi dan pembangkitan gas domestic tertapi membutukan tambahan akses  infrastruktur LNG untuk menjadi hub gas di Eropa dan interkonektor gas. Saat ini Ukraina belum memiliki terminal gas LNG di wilayahnya. Saat ini Ukraina mengandalkan terminal yang ada di Lituania yang memasok LNG dari terminal LNG di Klaiedua dan interkonektor Lituania-Polandia Untuk mencapai hal itu, diperlukan investasi besar yang baik dari negara Eropa atau investor lain  dalam peningkatan fasilitas infrastruktur yang ada.

II. Sektor EBTKE dan Ketenagalistrikan

Program Biodiesel Dipacu, pemerintah menambah alokasi pengadanaJUli. Selain itu uji coba pada akhir an biodiesel mencapai 10,8juta kiloliter, naik 6,4 persen dari kuota awal yang ditetapkan sebesar 10, 15 kilolite k pada tahun ini.keputusan itu diambil  seiring dengan rencana uji coba program bauran biodiesel dan BBM enis solar sebanyak 35 persen dan 40 persen yang akan dilakukan secara pararel pada akhir bulan ini.

Saat ini KESDM  tengah melakukan pematangan spesifikasi untuk uji coba B35 dan B40 untuk mengejar rencana uji coba pada akhir Juli. Selain itu, KESDM juga tengah menggdok sejumlah aturan setingkat menteri untuk mempermudah peralihan penggunaan program mandatory bauran biodiesel dan solar tersebut ke depan. Sementara untuk kesediaan bahan baku untuk program B35 dan B40 sangat cukup sebesar 17,14 juta KL.

Selepas percepatan uji coba B35 dan B40 KESDM akan mengkaji kembali ihwal potensi pelaksanaan program mandatori bauran biodiesel 40 persen dan 60 persen pada Desember 2022 dan jika hasil uji coba bagus akan segera diterapkan secara nasional. Berdasarkan data dari KESDM, realisasi serapan dari program B30 sudah mencapai 4,9 juta KL atau sebesar 49 persen dari target yang dipatok pada rencana kerja awal sebanyak 10,15 juta KL, artinya realisasi serapan program B30 masih sesuai dengan peta jalan yang ditetapkan pemerintah tahun ini. Disisi lain, program percepatan B35 sebagai transisi menuju B40 dilakukan untuk menaikan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang anjlok pada pertengahan tahun ini. Selain untuk menekan impor solar, percepatan uji coba B35 itu diharapkan ikut meningkatkan serapan TBS domestic guna mengerek naik harga di tingkat petani yang tetap rendah.

III. Sektor Geologi, Mineral, Batubara dan Umum

Mengatasi PETI Komitmen Bersama. Pertambangan Tanpa Izin atau PETI telah lama menjadi perhatian Pemerintah. Saat ini tercatat lebih dari 2.700 lokasi PETI yang tersebar di Indonesia. Dari jumlah tersebut, lokasi PETI batubara sekitar 96 lokasi dan PETI Mineral sekitar 2.645 lokasi berdasarkan data tahun 2021 (triwulan-3). Salah satu lokasi PETI yang terbanyak yaitu di Provinsi Sumatera Selatan.

PETI sendiri adalah kegiatan memproduksi mineral atau batubara yang dilakukan oleh masyarakat atau perusahaan tanpa memiliki izin, tidak menggunakan prinsip pertambangan yang baik, serta memiliki dampak negatif bagi lingkungan hidup, ekonomi, dan sosial. Selain itu, PETI juga mengabaikan kewajiban-kewajiban, baik terhadap Negara maupun terhadap masyarakat sekitar. Karena mereka tidak berizin, tentu akan mengabaikan kewajiban-kewajiban yang menjadi tanggung jawab penambang sebagaimana mestinya. Mereka tidak tunduk kepada kewajiban sebagaimana pemegang IUP dan IUPK untuk menyusun program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk juga pengalokasian dananya.

Pemerintah khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah bekerja sama dengan K/L terkait untuk mengatasi PETI. Upaya yang dilakukan antara lain dengan inventarisasi lokasi PETI, penataan wilayah pertambangan dan dukungan regulasi guna mendukung pertambangan berbasis rakyat, pendataan dan pemantauan oleh Inspektur Tambang, usulan penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) sesuai usulan Pemerintah Daerah, hingga upaya penegakan hukum.

Upaya dan komitmen untuk mengatasi PETI juga dilakukan oleh Pemprov Bangka Belitung dengan memperbaiki tata kelola pertambangan timah, pada prinsipnya bertujuan semata-mata untuk menyejahterakan masyarakat dan masyarakat dapat melakukan aktifitas tambang secara legal dan aman, bukan sebaliknya malah menghambat masyarakat mencari nafkah. Aksi nyata yang telah dilakukan Pemprov Bangka Belitung saat ini memang ada dua sisi, satu sisi, dilakukan penindakan dalam arti menghentikan kegiatan tambang ilegal agar tidak dilanjutkan, kemudian disisi lain, dicarikan solusi agar kegiatan tersebut menjadi legal. Proses penataan tambang ilegal tentu tidaklah mudah, namun dengan kesadaran dan kepedulian semua pihak maka hal ini bukan tidak mungkin untuk dilakukan.