Reviu Informasi Strategis Energi dan Mineral Harian, 27 Juli 2022

I. Sektor Minyak dan Gas Bumi

Bahan bakar berkelanjutan dalam pencapaian dekabronisasi. Berdasarkan Global Energy Perspective 2022, bahan bakar berkelanjutan yang terdiri dari Hydrotreated Vegetabele Oil (HVO), bahan bakar syntetis seperti ammonia atau methanol, akan memiliki peran yang besar terhadap pengurangan emisi GRK, sebanding dengan pengurangan yang dihasilkan dari kendaraan listrik.

Permintaan bahan bakar berkelanjutan diperkirakan naik tiga kali lipat dalam 20 tahun mendatang. Bahan bakar berkelanjutan diperkirakan berperan penting pada sektor transportasi. Pada 2050, porsi bahan bakar berkelanjutan di dalam permintaan energi di sektor transportasi dapat mencapai 7 hingga 37 persen.  Pertumbuhan bahan bakar berkelanjutan hingga 2035 diperkirakan  mencapai 290 Mt , didorong oleh transportasi darat dan sektor penerbangan yang cenderung mulai meningkat perannya.

Bahan bakar berkelanjutan  akan memainkan peran yang penting untuk memenuhi target dekarbonisasi 2030. Pada periode tersebut penyerapan EV diperkirakan baru akan mencapai 75 persen dari total penjualan kendaraan pada tahun 2030 dan lebih banyak dilakukan pada kendaraan penumpang sementara transportasi berat komersial masih banyak yang menggunakan mesin pembakaran konvensional. Sebelum elektrifikasi di sektor transportasi darat dapat dilakukan seluruhnya, penggunaan bahan bakar berkelanjutan sangat dibutuhkan untuk memuhi target pengurangan GRK. Peran bahan bakar berkelanjutan lebih tinggi untuk transportasi penerbangan. Dalam penerbangan bahan bakar berkelanjutan sebagai campuran avtur menjadi pilihan di tengah keterbatasan teknologi alternatif seperti baterai dan hydrogen untuk membatasi emisi GRK.

Setelah 2035, proyeksi peningkatan penetrari EV di transportasi darat akan menyebabkan penurunan penggunaan kendaraan konvensional dan menurukan penggunaan bahan bakar berkelanjutan.  Di sisi lain, peningkatan mandat di sektor penerbangan diperkirakan akan mengakibatkan pertumbuhan permintaan bahan bakar yang lebih tinggi hampir mencapai 400 Mt pada tahun 2050.

Meningkatnya pertumbuhan bahan bakar berkelanjutan  berpotensi berkompetisi dengan kebutuhan untuk memenuhi konsumsi makanan yang diperkirakan juga akan semakin meningkat paska kekurangan pangan yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh konflik Rusia dan Ukraina.  Oleh karena itu diperlukan keseimbangan kebutuhan  bahan baku untuk energi dengan makanan. Selain itu peningkatan volume penggunaan lahan tidak langsung harus ditingkatkan.

Seiring dengan peningkatan tersebut, peluang investasi dalam bahan bakar berkelanjutan  akan meningkat hingga US$1,4 triliun pada 2040.

II. Sektor EBTKE dan Ketenagalistrikan

Berbagi Subsidi Energi ke Pemda di 2023, Pemerintah pusat akan membagi beban anggaran subsidi energi dengan pemerintah daerah. Pembagian ini agar mengurangi beban APBN. Rencana pembagian ini akan diatur di RUU 2023. Pembagian beban yan dimaksud, meliputi subsidi BBM dan kewajiban kopensasi akibat kenaikan harga minyak mentah. Apalagi, kondisi ekonomi masih diliputi ketidakpastian terutama dari sisi global.

Pada Pasal 19 ayat (1) draf RUU tersebut, mengatur bahwa dalam kondisi tertentu, pemerintah dapat memperhitungkan persentase tertentu atas peningkatan belanja subsidi energi dan/atau kompensasi terhadap kenaikan PNBP sumber daya alam (SDA) yang dibagihasilkan.

Direktur Penyusunan APBN mencontohkan kenaikan harga ICP dari US$ 100 perbarel menjadi US$ 120 perbarel yang akan berdampak terhadap penerimaan negara, terutama, dari sisi PNBP. Sejalan dengan naiknya pendapatan tersebut, alokasi subsidi juga membengkak. Begitu juga kewajiban kompensasi energi juga akan signifikan. Dengan adanya kenaikan ini (anggaran subsidi dan kompensasi) ada beban tambahan yang diharapkan bisa dibagi antara pemerintah pusat dan daerah.

Namun saat ini pemerintah belum menentukan besaran pembagiannya. Pasal 19 ayat (2) draft RUU tersebut mengatur bahwa tata cara perhitungan persentase tertentu atas peningkatan belanja subsidi energi dan/atau kompensasi terhadap kenaikan PNBP migas SDA yang dibagihasilkan, akan diatur melalui PMK.

Kementerian Keuangan juga belum merinci besaran anaggaran subsidi energi dan rencana pembayaran kewajiban kompensasi pada RUU APBN 2023. Yang jelas, sebelumnya Kemnkeu dan DPR menyepakati asumsi ICP tahun depan aka nada di kisaran US$ 90 hingga US$ 110 per barel. Batas atas kisaran tersebut lebih tinggi dari outlook ICP 2022 sebesar US$ 100 per barel.

III. Sektor Geologi, Mineral, Batubara dan Umum

Tantangan Mengembangkan Industri Nikel. Sejumlah organisasi lingkungan hidup meminta CEO Tesla Inc untuk mengurungkan niatnya berinvestasi di industri nikel Indonesia karena berpotensi merusak lingkungan. Dilansir Bloomberg pada Selasa (27/7/2022), dalam surat terbuka yang ditujukan kepada Elon Musk dan pemegang saham, puluhan organisasi meminta produsen mobil listrik tersebut untuk menghentikan rencana investasi langsung di industri nikel Indonesia agar tidak digunakan di mobil listrik Tesla.

Surat tersebut memperingatkan bahwa penambangan nikel akan menyusutkan hutan, berpotensi mencemari air dan mengganggu kehidupan masyarakat adat. Kelompok-kelompok tersebut menunjuk ke Pulau Wawonii, di wilayah Sulawesi tenggara Indonesia, sebagai daerah yang sangat rentan. Namun, Elon Musk mengatakan bahwa pengadaan lebih banyak nikel adalah prioritas Tesla karena produsen mobil listrik tersebut tengah menggenjot produksi. Tesla akan memberi kontrak raksasa untuk jangka waktu yang lama jika menambang nikel secara efisien dan dengan tetap memerhatikan kelestarian lingkungan. Indonesia, yang memiliki hampir seperempat cadangan nikel global menarik minat investor dari sektor mobil listrik karena cadangan nikelnya. Logam ini menjadi komponen penting produksi baterai mobil listrik.

Di sisi lain, Walhi menemukan sejumlah dampak pencemaran yang diakibatkan oleh kegiatan pertambangan nikel mulai, karena pengelolaan limbah yang tidak bertanggung jawab. terdapat sejumlah ancaman lingkungan dan sosial dari pertambangan nikel.yakni:

  1. ancaman deforestasi meningkat karena banyaknya izin konsesi tambang yang dilakukan di kawasan hutan.
  2. kriminalisasi terhadap masyarakat yang menolak tambang.
  3. penurunan pendapatan masyarakat setempat sebagai konsekuensi dari kerusakan lingkungan khususnya nelayan.
  4. beberapa pelanggaran hukum yang disebut dilakukan oleh sejumlah perusahaan tambang.

Upaya Indonesia untuk mengembangkan industri nikel, terutama untuk baterai kendaraan listrik tampaknya akan menemui tantangan yang cukup besar.  Kesadaran pentingnya pemahaman mengenai isu perubahan iklim terus ditingkatkan oleh seluruh pemangku kepentingan. Salah satu upaya yang dilakukan yakni mendukung komitmen perusahaan tambang terhadap kegiatan dekarbonisasi pada aspek kegiatan usahanya melalui konsep green mining. Hadirnya green mining memberikan pengaruh besar dalam industri pertambangan karena harus adaptif dengan konsep tersebut.