Reviu Informasi Strategis Energi dan Mineral Harian, 25 Agustus 2022

I. Sektor Minyak dan Gas Bumi

Pelajaran Subsidi Dari Negara Lain. Di Indonesia, dinamika kenaikan harga minyak global masih menjadi pertimbangan bagi Pemerintah untuk memutuskan kebijakan terkait harga dan subsidi BBM. Sejumlah opsi telah disiapkan untuk mengatasi persoalan subsidi BBM, mulai dari pembatasan sampai dengan kenaikan harga namun efek kenaikan harga bbm terhadap pemulihan ekonomi masih menjadi perhatian. Meskipun demikian, munculnya wacana kenaikan harga BBM telah menimbulkan spekulasi pasar yang mendorong sejumlah pihak untuk mulai menaikan harga barang barang kebutuhan pokok.

Beberapa usulan yang muncul menyampaikan jika kenaikan harga BBM bersubsidi dapat dilakukan secara berkala dan moderat tidak melebihi Rp.10.000 per liter. Bahkan anggota dewan menyampaikan jika kenaikan harga BBM dapat dilakukan tidak lebih dari 30 persen. Hal ini dengan pertimbangan bahwa inflasi sekarang 4,9 persen jika harga BBM naik 30 persen berarti inflasi dapat mencapai 7 persen. Sudah selayaknya pendekatan subsidi mulai diarahkan kepada orang tidak kepada barang. Kalaupun masih kepada barang konteks keadilan harus dipastikan untuk mensubsidi hanya pada pembelian motor dan angkot, sedangkan truk hanya roda empat.

Berbeda dengan yang terjadi di Indonesia, harga bahan bakar minyak di Amerika Serikat menunjukan tren penurunan selama 70 hari berturut turut. Rata-rata harga BBM di SPBU AS saat ini mencapai Rp15.280 per liter dari sebelumnya sebesar Rp19.691 per liter yang merupakan rekor tertinggi. Lonjakan harga BBM yang terjadi di awal musim panas telah mengakibatkan perubahan gaya hidup masyarakat Amerika Serikat yang cenderung menyukai mengemudi. Pemerintah kemudian melakukan sejumlah langkah diantaranya pelepasan jutaan barel minyak mentah dari cadangan strategisnya. Selain pelepasan jutaaan barel cadangan strategis minyak mentahnya, adanya pelemahan konsumsi bbm di musim panas serta kekhawatiran adanya resesi juga berkontribusi terhadap penurunan harga bensin. Meskipun telah turun, harga bensin di AS saat ini masih 23 persen lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sementara Malaysia kenaikan harga minyak mentah cenderung memberikan dampak positif karena ada kenaikan royalty untuk pemerintah. Setiap kenaikan US$1 per barel harga minyak, dapat menambah RM646 juta PDB nasional dan RP339 juta untuk pendapatan pemerintah.  Singapura memiliki pendekatan yang berbeda lagi. Kenaikan harga bahan bakar yang terjadi tidak menyebabkan pemerintah untuk mengurangi atau menangguhkan bea bahan bakar atau potongan pajak karena dianggap kebijakan tersebut justru akan menambah subsidi pada transportasi pribadi dan memiliki efek kontra produktif. Pemotongan bea BBM juga mengakibatkan sebagian subsidi mengalir ke produsen dan pemasok bukan ke konsumen. Dan lebih penting lagi kebijakan pengurangan bea bahan bakar atau pajak bahan bakar justru akan mengurangi insentif untuk beralih ke moda transportasi yang lebih hemat energi.

II. Sektor EBTKE Dan Ketenagalistrikan

Eropa Masih Dilanda Krisis Energi, China dan Jepang Mulai Kekurangan Pasokan Listrik, Krisis energi semakin meluas ke China yang kekurangan pasokan listrik akibat kenaikan konsumsi saat gelombang panas yang berkepanjangan.Sedangkan, Jepang yang menghadapi ancaman pemadaman, berencana akan kembali menghidupkan pembangkit listrik nuklir Fukushima yang pernah menjadi bencana nasional dekade lalu. 

Sebelumnya, Uni Eropa juga mengalami krisis energi akibat pembatasan aliran gas Rusia ke benua biru. Kini, China mulai membatasi penggunaan listrik untuk wilayah barat daya seiring dengan kekurangan pasokan air, Kementerian Pertanian China mengumumkan kekeringan juga memengaruhi kualitas padi dan jagung para petani pada musim panas di beberapa wilayah selatan.

Wilayah Chongqing misalnya, telah mengumumkan bahwa jam buka di lebih dari 500 mall dan tempat komersial lainnya akan dipersingkat mulai Senin untuk mengurangi permintaan listrik. Di provinsi Sichuan, sebagai pusat pembangkit listrik tenaga air utama, telah memperpanjang pembatasan yang ada pada konsumen listrik industri hingga Kamis. Pembangkit listrik di Sichuan hanya setengah dari tingkat normal setelah penurunan besar tingkat air.

Sedangkan, Sichuan sebagai pemasok listrik utama di China baru-baru ini menempatkan basis penyimpanan batubara baru ke dalam operasi untuk memastikan pembangkit termal dapat beroperasi tanpa gangguan.Namun, sekitar 80 persen dari kapasitas terpasangnya adalah pembangkit listrik tenaga air, sehingga sangat rentan terhadap fluktuasi pasokan air. Pembatasan penggunaan listrik ini mulai berdampak bagi korporasi yang beroperasi di wilayah tersebut. Produsen pestisida Lier Chemical Co Ltd mengkonfirmasi bahwa pembatasan akan berlanjut hingga Kamis.

JinkoSolar sebagai produsen peralatan tenaga surya utama, mengatakan fasilitas manufaktur Sichuan telah dihentikan sebagai akibat dari kekurangan daya, menambahkan bahwa tidak pasti berapa lama tindakan itu akan berlangsung.

Toyota Motor Corp secara bertahap melanjutkan operasinya di pabrik Sichuan di China pada hari Senin menggunakan generator listrik setelah menghentikan operasi minggu lalu.  Beberapa pabrik di Sichuan dan Chongqing, termasuk pabrik pembuat baterai terkemuka CATL dan raksasa kendaraan listrik BYD, hanya dapat beroperasi sebagian dalam beberapa pekan terakhir karena kekurangan daya. Sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan pabrik Yibin CATL membuat sel baterai untuk Tesla dan ada kekhawatiran bahwa gangguan pada akhirnya dapat mempengaruhi pembuat mobil AS, meskipun produksi di pabrik Shanghai tetap tidak berubah.

Tak hanya di China, ancaman pemadaman listrik telah mendorong Jepang untuk mengaktifkan pembangkit listrik tenaga nuklir. Jepang sedang merencanakan perubahan dramatis kembali ke tenaga nuklir lebih dari satu dekade setelah bencana Fukushima. Tujuannya untuk memulai kembali menyapu reaktor yang menganggur dan untuk mengembangkan pembangkit baru menggunakan teknologi generasi berikutnya.

Pemerintah Jepang akan mengeksplorasi pengembangan dan pembangunan reaktor baru dengantujuan untuk menghindari ketegangan baru pada jaringan listrik yang tertekuk di bawah permintaan berat musim panas ini, dan untuk mengekang ketergantungan negara pada impor energi. Surat kabar Nikkei melaporkan langkah tersebut sebelum pengumuman resmi Kishida.

Pada saat yang sama, Jepang ingin memulai kembali tujuh reaktor nuklir lagi mulai musim panas mendatang. Itu akan membawa jumlah reaktor yang dihidupkan kembali setelah bencana Fukushima 2011 menjadi 17 dari total 33 unit yang dapat dioperasikan.

Tokyo Electric Power Co sebagai utilitas dan operator utama Jepang dari pembangkit listrik tenaga nuklir yang menganggur di prefektur Niigata, menguat 10%, sementara pembangun reaktor Mitsubishi Heavy Industries Ltd melonjak 6,9% dan Japan Steel Works Ltd naik 5,5%.

Pemerintah Jepang telah mempertimbangkan perluasan baru tenaga nuklir setelah berjuang untuk mengatasi dampak cuaca ekstrem dan kekurangan bahan bakar global pada pasokan listrik.

Ibu kota negara itu telah mengalami dua krisis listrik besar tahun ini, termasuk selama gelombang panas terburuk untuk akhir Juni dalam lebih dari satu abad.

Negara-negara di seluruh dunia meninjau kembali energi atom setelah perang Rusia di Ukraina menjungkirbalikkan pasar bahan bakar fosil dan membuat tagihan listrik melonjak, sementara sentimen publik di Jepang telah bergeser mendukung menghidupkan kembali pembangkit listrik yang menganggur.

Upaya untuk memajukan teknologi nuklir yang lebih kecil dan lebih murah, termasuk reaktor modular kecil – atau SMR – juga telah dipercepat ketika negara-negara mencari alat untuk mengatasi perubahan iklim.

Kapasitas nuklir mungkin perlu berlipat ganda agar negara-negara dapat mencapai emisi nol bersih pada pertengahan abad, menurut Badan Energi Internasional. Yang pasti, banyak reaktor yang menganggur di Jepang menghadapi rintangan besar yang berada di luar kendali pemerintah pusat.

Utilitas harus mendapatkan persetujuan dari kotamadya setempat sebelum memulai kembali reaktor, yang terkadang memakan waktu bertahun-tahun di tengah penentangan setelah bencana Fukushima. Kishida juga menginstruksikan para pejabat untuk mempertimbangkan memperpanjang umur reaktor yang ada di luar maksimum 60 tahun saat ini.

III. Sektor Geologi, Mineral, Batubara Dan Umum

Dampak royalti sebesar 2 persen. PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) buka suara terkait dampak penyesuaian royalti untuk komoditas nikel oleh Kementerian ESDM. Melalui beleid terbaru PP Nomor 26 Tahun 2022 tengan Jenis Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku Pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian ESDM menambahkan poin pada royalti sebesar 2 persen untuk harga bijih nikel dengan kadar di bawah 1,5 persen per ton. Bijih nikel kadar rendah tersebut akan menjadi bahan baku bagi industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Direktur Vale Indonesia Bernardus mengatakan royalti tersebut tidak akan banyak mempengaruhi kinerja perusahaannya. Kalau untuk existing operation tidak ada pengaruhnya, karena aturan membayar royalti 2 persen untuk nikel juga sudah berlaku sejak 2014. Namun, kebijakan ini, akan berpengaruh pada hasil nikel dari proyek selanjutnya yang memang difokuskan untuk pengembangan industri kendaraan listrik, seperti proyek smelter di Pomalaa dan di Blok Bahodopi. Royaltinya 2 persen untuk limonite [nikel kadar 1,5 persen], masih lebih rendah dari 10 persen yang berlaku untuk saprolite [nikel kadar 1,5-3 persen].

Saat ini, Vale tengah menggarap proyek pengolahan dan produksi nikel di Pomalaa, Kolaka Sulawesi Tenggara, bersama dengan rekanan terbarunya asal China, Shejiang Huayou Cobalt Company Limited (Huayou). CEO Vale Indonesia mengatakan, proyek nikel di Pomalaa tersebut bisa memproduksi sampai dengan 120.000 ton per tahun. Jumlah ini lebih besar tiga kali lipat dari dengan kerja sama sebelumnya, bersama dengan Sumitomo 40.000 sekarang bisa up to 120.000. Selama proyek tersebut masih dibangun, Vale Indonesia sendiri tetap menargetkan tingkat produksi. Perusahaan menargetkan produksi nikel matte pada 2022 ini sekitar 65.000 ton, sama dengan target yang ditetapkan perusahaan pada awal tahun. Direktur Keuangan INCO mengatakan, proyek Pomalaa sedang menyelesaikan definitive agreement dan persiapan teknis.

Selain itu, Vale juga masih menggarap proyek smelter yang disebut menjadi cikal bakal pengembangan pabrik bahan baku baterai di Blok Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah. Smelter nikel tersebut dikembangkan bersama dua mitra, Taiyuan Iron Steel Co. Ltd. (Tisco) dan Shandong Xinhai Technology Co. Ltd. (Xinhai) yang disepakati sejak Juni 2021. Proyek tersebut akan memiliki kapasitas produksi sekitar 73.000 metrik ton nikel per tahun disertai dengan fasilitas pendukungnya.