Reviu Informasi Strategis Energi dan Mineral Harian, 4 Oktober 2022

I. Sektor Minyak dan Gas Bumi

Dampak Kenaikan Harga BBM Terhadap Ekonomi Nasional. Keputusan pemerintah untuk menaikan harga bahan bakar minyak, menjadi faktor pendorong inflasi pada September 2022. BPS mencatat inflasi pada bulan September sebesar 1,17 persen secara MoM atau tahunan mencapai 5,95 persen. Kenaikan inflasi diperkirakan akan menyulut inflasi selama dua bulan pada bulan saat keputusan diambil dan satu bulan sebelumnya.

Komponen yang perlu diperhatikan untuk menjaga pergerakan inflasi adalah pergerakan harga energi di dunia internasional. Pasalnya kenaikan harga energi di level global tentu akan mempengaruhi harga di dalam negeri. Ditambah lagi, energi merupakan input dari aktivitas ekonomi, sehingga akan memberikan dampak multiplier yang besar. Selain itu peningkatan harga pangan juga harus diwaspadai. Pasokan pangan harus benar benar dijaga oleh Pemerintah.

Selain memberikan BLT, Pemerintah diharapkan dapat memberi subsidi kenaikan tarif transportasi umum, serta subsidi biaya angkut untuk komoditas pangan dalam rangka pengendalian inflasi.

Berdasarkan perhitungan inflasi yang dikeluarkan BPS, sektor transportasi menjadi pengumbang inflasi terbesar pada bulan Oktober dipengaruhi oleh penyesuaian tarif yang akibat adanya kenaikan harga BBM pada bulan September lalu. Paska kenaikan BBM ada beberapa sektor transportasi yang menaikan tarif mulai dari ojek online dengan rata-rata kenaikan 6% sampai dengan 10% dan Bus AKAP naik sekitar 30 persen. Demikian juga angkutan logistic truk mengalami kenaikan sebesar 40 persen termasuk angkugan penyebrangan kapal yang mengalami penyesuaian tarif sebesar 11 persen.

Secara nasional kelompok pengeluaran sektor transportasi memicu terjadinya inflasi pada September 2022 sebesar 1,17 persen dibandingkan bulan lalu. Kelompok transportasi mengalami inflasi hingga 8,8 persen di September sehingga memberikan andil terhadap inflasi September 1,08 persen.

Yang menarik adalah, kenaikan harga bbm memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap penurunan kesejahteraan bagi masyarakat pedesaan, sementara masyarakat perkotaan terutama di tingkat midle low justru mengalami penurunan yang relative kecil.

II. Sektor EBTKE Dan Ketenagalistrikan

Tantangan Energi Terbarukan hingga Kendaraan Listrik, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menyebut tantangan dan tanggung jawab sektor ESDM makin besar. Seperti transisi energi yang berkelanjutan dan berkeadilan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Selain itu juga diarahkan untuk mendorong pengembangan industri. Pengembangan energi baru terbarukan hingga penerapan kendaraan listrik menjadi tantangan yang harus diselesaikan.

Implementasi kebijakan sektor ESDM, menurut dia, harus bergerak dinamis dan harus mengimbangi pesatnya perkembangan dunia. Oleh karena itu kendaraan listrik termasuk tantangan yang harus diselesaikan. Kebijakan sektor ESDM saat ini diarahkan pada transisi energi baru terbarukan dan berkeadilan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Selain itu, kebijakan dirumuskan juga untuk mendorong pengembangan industri. Arah kebijakan ini diprioritaskan pada ketersediaan energi dengan memaksimalkan pemanfaatan eneergi baru terbarukan dengan harga terjangkau dan kegiatan ekstraktif yang ramah lingkungan. Sesuai Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba, kita harus menjalankan amanah hilirisasi mineral secara optimal untuk bisa memberi nilai tambah bagi industri, penyerapan tenaga kerja yang terintegrasi,

Sementara itu, pemerataan dan keterjangkauan akses energi dalam menghadirkann kemandirian energi juga tetap menjadi prioritas pemerintah. Pemerintah perlu menjaga program-program yang bersentuhan langsung dengan rakyat.BBM satu harga, jaringan gas, alat penyalur daya listrik, penerangan jalan umum tenaga surya, dan kegiatan-kegiatan pro rakyat lainnya

III. Sektor Geologi, Mineral, Batubara Dan Umum

Kontribusi Batubara Sangat Besar Bagi Perekonomian. Industri batu bara merupakan salah satu sumber daya terpenting bagi Indonesia mengingat kontribusinya yang sangat besar bagi pendapatan negara setiap tahunnya. Pendapatan yang diperoleh dari komoditas ini sangat membantu penerimaan negara yang sempat terganggu dengan pelemahan ekonomi global akibat pandemi. Tercatat penerimaan negara dari sektor pertambangan mineral dan batu bara (Minerba) membukukan angka Rp 124,4 triliun di 2021. Nilai tersebut mencakup pajak, bea keluar, hingga Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sementara hingga September 2022, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor minerba mencapai Rp 130 triliun dengan ribuan Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) serta 60 perusahaan tambang pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) yang beroperasi di Indonesia.

Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara menjelaskan pengelolaan sumber daya alam dapat dilaksanakan secara optimal untuk mendongkrak perekonomian negara. Terutama tanpa mengorbankan aspek sosial, ekonomi dan budaya masyarakat. Oleh karena itu, menurut dia sumber daya alam harus dijaga dan dimanfaatkan seoptimal mungkin. Khususnya untuk kelangsungan kehidupan warga masyarakat saat ini tanpa mengurangi kebutuhan generasi mendatang. Tidak menampik bahwa komoditas batu bara saat ini sudah berdampak banyak membantu perekonomian daerah warga sekitar tambang.

Perusahaan batu bara pun bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk kemajuan ekonomi warga daerah sekitar wilayah pertambangan. Berbagai program pemberdayaan ekonomi, wirausaha, hingga pengembalian fungsi lahan bekas tambang dilakukan oleh produsen batu bara. Upaya tersebut menjadi peran perusahaan batu bara untuk membuat ekonomi yang berkelanjutan dan untuk membangun sumber daya manusia di daerah agar menjadi lebih terampil seperti pemberdayaan ekonomi perempuan. Lebih lanjut, keterampilan yang dikembangkan tersebut memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitarnya seperti tenun, purun, batok, rotan dan lain-lain dijadikan beragam produk kerajinan lokal yang dapat dipasarkan, sehingga memberikan manfaat pada ekonomi dan kesejahteraan keluarga.