Reviu Informasi Strategis Energi dan Mineral Harian, 9 November 2022

I. Sektor Minyak dan Gas Bumi

Perusahaan Minyak Nasional Amerika Latin Terus Menekankan Strategi Pengurangan Transisi Energi. Perusahaan Minyak ini telah mengambil peran yang semakin besar dalam strategi perusahaan minyak dan gas. Meskipun dorongan ini dimulai dengan perusahaan minyak terintegrasi global (IOC), gerakan tersebut telah memperoleh kekuatan di antara perusahaan-perusahaan di kelompok rekan perusahaan minyak nasional Amerika Latin (NOCs). 

Sementara itu, geopolitik akhir ini telah mendorong fokus baru pada keamanan energi, transformasi model bisnis hulu tradisional yang terintegrasi dan akan terus berlanjut. Terlebih, hal ini terjadi di tengah harga minyak yang tinggi, dan mendorong arus kas dan perbaikan neraca besar di seluruh sektor. Terlepas dari kenaikan harga yang terjadi pada akhir ini, serta kekhawatiran yang sedang berlangsung tentang keuntungan dan pengembalian inisiatif rendah karbon, S&P Global melihat tingkat diversifikasi yang dipercepat secara keseluruhan ke dalam energi baru dan fokus pada penurunan emisi gas rumah kaca.

Seiring kemajuan transisi rendah karbon, NOC akan sangat penting untuk membantu negara asal dalam mencapai target emisi gas rumah kaca yang ditetapkan berdasarkan Paris Agreement. Perusahaan-perusahaan ini menyumbang lebih dari setengah produksi dan cadangan minyak dan gas di seluruh dunia. Amerika Latin tidak terkecuali, dengan perusahaan milik negara menyumbang lebih dari dua pertiga dari produksi dan cadangan di seluruh dunia.

Selanjutnya, pengembangan sumber daya minyak dan gas dalam negeri akan tetap menjadi misi utama NOC di masa mendatang. Selain memenuhi permintaan domestik, perusahaan-perusahaan ini merupakan penyedia utama pendapatan dan lapangan kerja bagi negara tuan rumah mereka. Mengingat peran mereka yang sangat besar, pengurangan emisi yang diperlukan dalam sektor minyak dan gas tidak dapat dicapai tanpa kontribusi besar dari NOC. Karena perusahaan-perusahaan ini menghadapi tekanan yang meningkat dari pemegang saham dan kreditur untuk dekarbonisasi, NOC menjadi lebih berhati-hati dalam mengalihkan sentimen investor mengenai sektor minyak dan gas.

Salah satu penentu kedalaman komitmen NOC terhadap energi terbarukan adalah sumber daya domestik mereka. NOC dengan basis cadangan yang signifikan—seperti Petrobras (Brasil) dan Pemex (Meksiko)—memilih untuk memusatkan upaya mereka untuk menurunkan emisi dari operasi hulu inti mereka. Di sisi lain, NOC dengan sumber daya yang lebih sedikit—seperti Ecopetrol (Kolombia) dan YPF (Argentina)—mengalokasikan bagian yang meningkat dari anggaran modal mereka untuk membiayai diversifikasi ke sumber energi yang lebih rendah karbon.

NOC Amerika Latin telah mendedikasikan 7% dari total belanja modal 2022 untuk inisiatif rendah karbon, dibandingkan dengan IOC global, yang rata-rata telah mengalokasikan 12% investasi untuk usaha rendah karbon. Mengingat prospek harga minyak mentah S&P Global Commodity Insights yang meningkat untuk beberapa tahun ke depan (perkiraan saat ini adalah untuk Brent tetap di atas $90/bbl hingga 2024), sehingga NOC Amerika Latin akan memiliki arus kas bebas yang cukup tinggi untuk melanjutkan menumbuhkan investasi rendah karbon dalam jangka pendek hingga menengah jika memilih untuk melakukannya.

, II. Sektor EBTKE Dan Ketenagalistrikan

Pemerintah Antisipasi Krisis Energi. MESDM menerbitkan Permen ESDM No.12/2022 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Presiden No. 41/2016 tentang Tata Cara Penetapan dan Penanggulangan Krisis Energi dan /atau Darurat Energi. Beleid tersebut menjelaskan cadangan operasional dan kebutuhan minimum energi yang digunakan untuk kepentingan publik sebagai pengguna akhir secara nasional. Dalam Pasal 7 Permen ESDM No.12/2022 disebutkan bahwa cadangan operasional minimum BBM diatur selama 7 hari ketahanan sok pada terminal BBM, dan stasiun pengisian bahan bakar pada satu wilayah distribusi niaganya.

Untuk tenaga listrik, beleid yang diundangkan pada 18 Oktober 2022 itu menyebutkan cadangan operasional minimum daya mampu tenaga listrik sebesar kapasitas satu unit pembangkit listrik terbesar yang tersambung ke sistem setempat. Adapun untuk LPG, disebutkan harus mencukupi selama 3 hari ketahanan stok pada terminal LPG, stasiun pengisian bulk LPG atau stasiun pengisian dan pengangkutan bulk LPG di suatu wilayah distrbusi. Terakhir, kebutuhan minimum pelanggan gas bumi dalam beleid tersebut ditetapkan sebesar 70% dari kebutuhan normal pelanggan pada suatu wilayah distribusi.

Aturan tersebut juga memungkinkan pemerintah untuk memberikan kemudahan perizinan, pengadaan barang dan jasa serta pembebasan lahan untuk tindakan penanggulangan krisis dan darurat energi. PT Pertamina Patra Niaga, subholding Comercial and tranding PT Pertamina (Persero) sendiri memastikan stok BBM dan LPG saat ini jauh melebihi batas yang diamanatkan oleh Permen ESDM No.12/2022.

Stok ketahanan energi energi memang harus menjadi perhatian pemerintah untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Terlebih, saat ini krisis energi menjadi salah satu isu yang paling diwaspadai oleh negara-negara di dunia. Selain itu, pemerintah harus memberikan kepastian mengenai anggaran terkait dengan pemenuhan stok ketahan an energi. Selama ini, ketahanan energi, khususnya BBM dan LPG selalu dikelola oleh Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) jika ditanggung terus oleh Pertamina, tentu hal ini menjadi cukup memberatkan bagi perseroan ini. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengalokasikan anggaran negara untuk memastikan stok ketahanan energi selalu ada dan dalam level yang aman serta pemerintah perlu menggenjot produksi hulu migas dan mengembangkan industri pengelolaan agar Indonesia tidak terus bergantung pada ekspor.

Selain itu juga, diversifikasi energi dengan mengoptimalkan pemanfaatan gas serta energi baru terbarukan juga bisa menjadi opsi yang bisa diambil untuk meningkatkan ketahanan energi nasional. EBT akan mengurangi porsi BBM yang selama ini diperoleh dengan  mekanisme impor karena produksi dalam negeri belum bisa memenuhi kebutuhan nasional, sehingga ini juga akan memperkuat ketahanan energi kita.

II. Sektor Geologi, Mineral, Batubara Dan Umum

Windfall Profit Komoditas Tambang Beri Keuntungan untuk RI Kuartal III-2022, Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Konferensi Pers Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2022 pada tanggal 7 November 2022 menyatakan bahwa kenaikan harga komoditas pertambangan memberikan windfall profit tak terduga terhadap perekonomian regional. Berikut rincian beberapa provinsi yang terdampak kenaikan harga komoditas pertambangan

ProvinsiPertumbuhan Ekonomi TW III-2022Pertumbuhan PDRB (yoy)Pertumbuhan Sektor PertambanganKomoditas Utama
Sumatera Selatan0,9%5,34%25,88%Batubara dan Lignit
Kalimantan Timur1,74%5,28%55,74%Batubara dan Lignit
NTB3,94%7,1%19,7%Tembaga
Sulawesi Tengah4,12%19,13%15,41%Nikel
Papua3,51%5,78%36,14%Logam Emas

Sektor pertambangan secara nasional tumbuh sebesar 3,22% (yoy) pada kuartal ketiga tahun 2022 meski masih di bawah triwulan II-2022 yang sebesar 4,01%. Pertumbuhan tersebut didorong oleh pertambangan batubara dan lignit yang tumbuh sebesar 9,41% (yoy) disebabkan oleh peningkatan permintaan batubara luar negeri akibat aksi boikot perekonomian Rusia serta kenaikan harga batubara yang signifikan.

Selain itu, pertumbuhan sektor pertambangan juga didorong oleh sub sektor bijih dan logam yang tumbuh sebesar 9,03% (yoy) karena meningkatnya produksi tembaga dan emas di distrik mineral Grasberg, Papua.