Reviu Informasi Strategis Energi dan Mineral Harian, 10 November 2022

I. Sektor Minyak dan Gas Bumi

Outlook Energi Global 2023. Perlambatan ekonomi global dan harga energi yang tetap tinggi diperkirakan akan mendorong peningkatan konsumsi di EU sekitar 1,3 persen pada 2023 meningkat dibandingkan pada pertumbuhan 2022 sebesar 0,9 persen. Adanya peningkatan harga yang tinggi serta kontraksi pasokan gas dan minyak dari Rusia diperkirakan masih akan berpengaruh terhadap permintaan energi global 2023. Pengurangan pasokan energi diperkirakan akan terjadi pada 2023, karena anggota OPEC akan memangkas produksi untuk mencegah penurunan harga minyak terlalu jauh. Produksi minyak dan gas dari Rusia diperkirakan akan turun cukup signifikan akibat adanya sanski yang diberikan oleh Uni Eropa. Pertumbuhan konsumsi minyak akan didorong oleh Asia yang diperkirakan meningkatan sebesar 2,9 persen. Sebaliknya permintaan Eropa akan berkontraksi sebesasr 1 persen karena adanya perlambatan aktivitas ekonomi dan mulai berlakunya embargo Eropa terhadap impor minyak Rusia.

Konsumsi gas alam global dipekirakan akan stabil pada tahun 2023 karena penurunan permintaan yang terjadi di Eropa dan kenaikan di Amerika Utara. Permintaan gas di Eropa diperkirakan tidak akan dapat kembali sampai dengan tingkat sebelum perang, Namun di sisi lain permintaan gas di Asia akan meningkat hingga 2,4 persen pada 2023. Asia diperkirakan akan menjadi pasar gas terbesar melampaui Amerika Utara pada tahun 2027. Konsumsi batubara akan   diuntungkan dari adanya fokus beberapa negara untuk meningkatkan ketahanan energi yang terus tumbuh sejak tahun lalu.

Musim dingin yang lebih dingin akan mendorong konsumsi gas rumah tangga di atas tingkat yang diharapkan. Tidak adanya pasokan gas Rusia, peningkatan permintaan rumah tangga akan menurunkan penyimpanan, mengurangi jatah energi di sektor industri. Industri padat energi seperti bahan kimia, baja, kaca, dan pupuk diperkirakan mendapat dampak dari adanaya penurunan di rantan pasokan.

Adanya musim dingin diperkirakan juga akan membuat Eropa untuk meningkatkan pembangkit listrik tenaga batubara dan mendorong harga gas lebih tinggi dan lebih lama day yang diperkirakan. Jerman, yang sebelumnya sangat bergantung pada pipa gas Rusia sedang menyiapkan unit regasifikasi pertamanya agara dapat beroperasi pada 2023. Terminal LNG tersebut berkapasitas 7,5 bcm per tahun. Terminal lain yang sedang dibangun di Brunsbuttel dengan kapasitas 3-5 bcm per tahun. Keberadaan fasilitas tersebut dapat memenuhi lebih dari 10 persen permintaan gas tahunan Jerman 2023.

Perkembangan  energi terbarukan menujukan prospek yang lebih cerah daripada bahan bakar fosil, konsumsi energi matahari  dan angin naik sebesar 11 persen selama 2023. Penambahan kapasitas  tenaga matahari dan angin tetang tinggi. Konsumsi energi terbarukan diperkirakan tumbuh rata rata 10 persen per tahun sampai 10 tahun ke depan.  Asia akan menjadi pasar terbesar  dunia untuk investasi energi terbarukan. Akan tetapi peningkatan harga komoditas akan mengalihkan sebagaian investasi energi terbarukan ke prouek bahan bakar fosil. Dukungan keuangan untuk proyek-proyek transisi energi di negara berkembang diperkirakan akan semakin berkurang dan secara tidak proporsional akan mempengaruhi negara yang miskin dan rentan.

II. Sektor EBTKE Dan Ketenagalistrikan

2022, PLN Reduksi 32 Metrik Ton Emisi Karbon. Sepanjang tahun 2022, PT PLN berhasil mengurangi 32 juta metrik ton emisi karbon gas rumah kaca. Melampaui target NDC. Dalam mencapai hal tersebut, PLN melakukan pendekatan holistic, yakni menambah kapasitas pembangkit EBT, mengolah hasil gas buang menjadi energi listrik, menggunakan teknologi pembangkit batubara yang lebih efisien dan menerapkan co-firing biomassa. Tahun lalu, 13 GW pembangkit batubara yang masih dalam perencanaan dihapus sehingga menghindarkan dari 1,8 miliar metric ton CO2 selama 25 tahun ke depan.

PLN mengangkui bahwa berbaai usaha tersebut masih belum cukup, sehingga PLN perlu menambahkan ruang yang lebih besar untuk menambah porsi pembangkit EBT. Mengingat saat PLN terus meningkatkan pemanfaatan pembangkit EBT yang berbasis tenaga surya, panas bumi, hidro, hingga ombak. PT. PLN (persero) secara agresif meningkatkan pemanfaatan EBT sehingga setiap potensi EBT yang ada akan dimaksimalkan. Bersamaan dengan itu, PLN juga perlu meningkatkan kapasitas teknologi guna mengakomodasi fluktuasi supply-demand untuk sistem baru.

Oleh karena itu, untuk mencapai target NZE di 2060, PLN melakukan pendekatan holistic melalui 8 inisiatif yang saat ini jalankan PLN. Insiatif  tersebut terdiri dari pension dini pembangkit fosil, pilot proyek co-firing hydrogen dan ammonia, menambah pembangkit energi terbarukan (EBT), layanan energi hijau, co-firing biomassa, inisiasi carboncapture stroge, peluncuran smart grid control system dan membangun ekosistem kendraan listrik. Selain itu juga pemanasan global adalah tantangan bersama. Oleh sebab itu membutuhkan strategi dan kolaborasi bersama dari seluruh dunia baik dari teknologi, inovasi, hingga investasi.

III. Sektor Geologi, Mineral, Batubara dan Umum

Harga Batubara Anjlok pada penutupan perdagangan Rabu. Menurut bursa ICE Newcastle (Australia), harga batu bara kontrak Desember 2022 turun drastis 7,22 persen menjadi USD 300.15 per ton. Tercatat pula Harga Acuan Batubara pada November adalah USD 308,20 per ton yaitu mengalami penurunan dibanding pada bulan Oktober sebesar USD 330,97 per ton .

Mengawali perdagangan hari ini terjadi adanya pelemahan dimana hanya PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TOWR) dan PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang masing-masing menguat tipis 0,44 persen dan 0,36 persen. Namun sebaliknya, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) yang anjlok 4,37 persen ke harga 3.500. Selanjutnya, ada saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang anjlok 4,27 persen ke level 29.675. Selain itu juga saham-saham yang memerah lain di antaranya ADRO, ESSA, AMRT, MIKA, dan INKP yang masing-masing turun 4,12 persen, 3,15 persen, 2,61 persen, 2,44 persen, dan 1,97 persen.

Penurunan harga batu bara global turut menekan saham-saham batu bara. Apalagi, ada rencana Pemerintah Indonesia menyetop pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sehingga mengurangi prospek permintaan batu hitam. Larangan Eropa atas impor batu bara dari Rusia sebagai bagian dari sanksi atas invasinya ke Ukraina memberi kesempatan produsen lain, khususnya Afrika Selatan, insentif untuk meningkatkan produksi dan ekspor.

Namun, harga batu bara akan tetap tinggi dalam jangka menengah dan panjang, didukung oleh permintaan yang kuat. Badan Energi Internasional (IEA) melihat permintaan batubara global tumbuh sekitar 1 persen dari tahun 2021 menjadi sekitar 8 miliar ton tahun ini, menyamai puncaknya sepanjang masa pada tahun 2013

Di Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan pemerintah bakal mempensiunkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara pada acara puncak KTT G20 pekan depan. Komitmen itu, kata Luhut, menjadi langkah awal Indonesia untuk beralih menuju energi bersih. Luhut mengatakan terkait dengan upaya mengurangi emisi karbon itu perlu adanya kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keuangan internasional.