Reviu Informasi Strategis Energi dan Mineral Harian, 30 November 2022

I. Sektor Minyak dan Gas Bumi

Volatilitas Harga Minyak, Risiko Dalam Transisi Energi. Lonjakan harga minyak yang terjadi hingga melewati US$100 per barel menyebabkan pelaksanaan transisi energi tidak stabil. Hal ini disebabkan karena harga yang tinggi akan mendorong lebih banyak pengeboran minyak dan gas sehingga pasokan minyak berlimpah dan harga kembali turun. Harga yang tinggi memacu investasi dalam pengeboran minyak dan gas yang pada akhirnya menyebabkan harga yang lebih rendah. Seperti yang terjadi di Amerika, produsen minyak terbesar dunia, para pengebor sudah bersiap menggenjot produksi. Produksi minyak AS diperkirakan akan melonjak tahun depan ke rekor tertinggi sepanjang masa di atas rekor 2019 sebesar 12,25 juta barel per hari sebelum memuncak pada 13,88 juta barel per hari pada 2034

Itu adalah siklus yang berulang kali terjadi pada setiap komoditas. Hal tersebut dimungkinkan terjadi berulang kali karena konsumen tidak memiliki pilihan lain yang dapat menggantikan peran minyak.

Akan tetapi jika melonjaknya harga bensin, diesel, dan produk minyak lainnya juga diikuti dengan keterediaan teknologi lain yang dapat menggantikan peran minyak sebagai sumber energi maka hal tersebut dapat mendorong peralihan konsumen untuk melakukan diversifikasi ke sumber energi lainnya.  Contohnya adalah ketersediaan kendaraan listrik. Keberadaan teknologi kendaraan listrik mengakibatkan penjualan global kendaraan listrik tumbuh di saat harga minyak juga meningkat.

International Energy Agency, menyatakan jika kenaikan harga minyak dapat meningkatkan laju elektrifikasi sektor transportasi dan mempercepat transisi ke sumber energi terbarukan seperti matahari dan angin, yang biayanya turun belakangan ini. Meskipun di saat yang sama, penjualan kendaraan sport yang boros bahan bakar juga meningkat seiring kenaikan harga yang meningkat.  

Bagi negara kaya minyak seperti Arab Saudi, Rusia, Iran, dan Irak, kenaikan harga minyak akan menjadi salah satu sumber investasi yang dapat menyeimbangkan anggaran pemerintah saat ini dan masa depan.  Investasi yang didapat dari kenaikan harga minyak digunakan untuk memimpin upaya snegara kaya minyak untuk menyiapkan transisi energi dan transisi ekonomi. Arab Saudi misalnya mendorong hydrogen yang diproduksi dengan angin dan matahari untuk kota masa depan NEOM.  Terlebih negara negara Arab diuntungkan oleh produksi minyak berbiaya rendah.

II. Sektor EBTKE Dan Ketenagalistrikan

574 DIM Dalam RUU EBET Segera Dibahas, DIM RUU EBET versi pemerintah mencapai 574 nomor, dengan rincian 52 pasal diubah, 10 pasal tetap, dan 11 pasal baru. DIM ini dalam waktu dekat akan diserahkan oleh Sekretaris Negara kepada DPR.

Ada beberapa substansi yang tertuang dalam DIM, untuk substansi DMO batubara pada bab transisi energi dan peta jalan diusulkan untuk dihapus dengan pertimbangan sudah diatur detail pada regulasi sub sektor minerba. Selanjutnya, masalah enrgi baru dan energi terbarukan menjadi dua poin yang disoroti dalam penyusunan RUU EBET. Pemerintah mengusulkan definisi dengan mempertimbangkan standar internasional emisi rendah karbon. Sementara pandangan Dewan Pertimbangan Daerah (DPD) energi baru dikeluarkan dari draft RUU. Pemerintah juga menyetujui pembentukan Majelis Tenaga Nuklir (MTN) yang memiliki kewenangan antara lain melakukan monitoring dan evaluasi serta penyusunan rekomendasi kebijakan serta menyetujui subtansi terkait persetujuan pembangunan PLTN yang diusulkan oleh DPR dan mengyang diusung DPR diusulkan persetujuan dimaksud berlaku untuk PLTN dengan teknologi sebelum generasi ketiga.

 Sementara itu DPD memaparkan pandangannya terkait RUU EBET salah satu substansi yang disoroti adalah terkait definisi energi baru. Pasalnya dalam pengelompokan sumber energi dibagi menjadi dua yakni energi terbarukan dan tidak terbarukan. DPD berpandangan dan berpendapat konsep energi baru  dalam RUU EBET perlu dihapus dan dikeluarkan konteksnya dari energi terbarukan selain tidak sesuai dengan literature yang ada juga karena konteks penerapannya di dalam RUU EBET menjadi tidak sejalan lagi dengan semangat pengarustamaan pemenfaatan energi terbarukan. Selain itu DPD juga berpendapat gasifikasi batubara maupun nuklir dinilai kurang tepat masuk dalam kategori energi baru. Pasalnya sudah diterapkan dan sudah ada peraturannya  dalam undang-undang.

III. Sektor Geologi, Mineral, Batubara Dan Umum

Langkah Tegas Presiden Jokowi Terkait Gugatan Uni Eropa. Direktur Executive Energy Watch memuji langkah tegas dan berani Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan perlawanan dengan mengajukan banding dari gugatan Uni Eropa di Badan Penyelesaian Sengketa atau Dispute Settlement Body (DSB) Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) atas kebijakan larangan ekspor bijih nikel. Energy Watch mendukung langkah tegas Presiden Jokowi untuk meneruskan program-program hilirisasi sumber daya alam Indonesia khususnya nikel untuk memberikan kemakmuran bagi masyarakat.

Kebijakan Presiden Jokowi sudah tepat dengan hilirisasi dapat memberikan tambah bagi sumber daya alam tanah air dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Jika Uni Eropa menginginkan bahan mentah nikel dari Indonesia, maka perlu didorong untuk menanamkan investasinya, tidak hanya sekedar mau membeli dengan murah bahan mentah nikel dari dalam negeri. Selain itu, pemerintah harus segera untuk menyiapkan langkah-langkah hukum secara matang dalam hal ini Kementerian ESDM harus terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak agar bisa memenangkan banding.

Keputusan dari WTO sebagai organisasi pusat perdagangan dunia akan berimbas kepada iklim investasi di Indonesia, khususnya para pengusaha atau investor terkait dengan hilirisasi atau berlangsungnya bisnis mereka kedepannya. Pemerintah harus berupaya semaksimal mungkin memenangkan banding supaya dapat melindungi kepentingan produk-produk dan industri dalam negeri.